Muslim

Muslim berasal dari bahasa arab : مسلم dimana asal katanya ialah سلام

Secara bahasa berarti orang islam atau orang yang menjalankan ajaran / agama / manhaj islam, namun lebih dikenal sebagai penganut agama islam. Secara lebih luas muslim dapat diartikan dengan orang yang selamat, orang ang tunduk patuh, dan lain² pengertian ketika di hubungkan dengan pengertian Islam
Muslimin sering diartikan atau mewakili untuk penjamakan Muslim, memang asal kata ini dari perubahan dalam tata bahasa arab,

Muslim -> Muslimaan -> Muslimin.

Saya sendiri berpendapat bahwa, seorang Muslim belum tentu dapat diartikan sebagai seorang yang telah menjalankan Islam secara penuh, namun sekurang dia telah menerima ajaran Islam dan tahu akan konsekuensinya yang harus ditempuh

Kata lain yang berhubungan dengan Muslim ialah

1. Mualaf : seorang yang baru menganut Islam atau muslimin baru

2. Murtad : seorang yang keluar dari Islam

3. Kafirun : orang diluar Islam

4. Mukminin : muslim yang telah beriman [tingkatan setelah muslim]

5. Muhsin : mukmin yang ihsan [tingkatan diatas mukminin]

6. Fasiq : …

Demikian, semoga bermanfaat

Terimakasih

Makan tuh cinta!

Makan tuh cinta, itulah suatu kalimat yang pernah terlontar ketika aku kenal pada calon istriku.

Memang ketika aku mengenalnya, pas dihari ketika aku dipecat. Maka dari itu, aku tidak berani bercinta.

Namun berangkat dai pemikiran ku selama ini, aku berkata :”Nikah yuk”, “Lo, kamu kan nganggur?” jawabnya. Dengan perasaan PD aku menjawab :”Ah, rejeki ditangan Allah!”, “ya udah”

Dengan PD kembali akupun mengajukan ceoltehku kepada sepasang orang tua yang baru aku kenal. Dengan serta merta mereka berkata :”modalnya apa?”, seperti sebuah iklan minuman berenergi : “CINTA”, merke “tertawa” dan berkata :”Makan tuh cinta, emang hidup bisa cuma dengan cinta?” Dengan tanpa mau kalah aku berkata : “Memang tidak bisa hidup hanya dengan cinta, namun kita tidak bisa hidup tanpa cinta!”

Berangkat dari kedua keyakinan itulah kami berusaha menyatukan keyakinan kami, yaitu : “Rejeki ditangan Tuhan dan Makan itu cinta”

Alhamdulillah Tuhan pun ternyat juga tidak mau kalah, 4,5 tahun kemudian keyakinan ku terwujud. di usia muda belia, 25 tahun diriku, dan 24 tahun istriku, kami bersatu. Memang, sewaktu baru menikah, sisa gajiku hanya sekitar 500 rb perbulan, itupun harus membiayai kuliah istriku [kami menikah dan istriku baru masuk kuliah], listrik, dll

Ya tapi karena menu makan kami sehari – hari adalah cinta, maka kami tetap berbahagaia. Walaupun setiap hujan kebocoran, tikus menjadi teman kami, daging hanya kami temui di Taman Mertua Indah, dll. api kami merasa Cintalah yang membuat kami berbahagia.

Jadi MAKAN TUH CINTA, jangan takut nikah jika anda

1. Muda,

2. Pengangguran

3. Kuliah, dll

Karena dengan cinta, dunia ini indah, walaupun anda sakit, miskin, bodoh, dll. Tapi tanpa cinta, anda akan kusam walaupun anda dapat beli segalanya, pandai, sehat, dll

Belajar

Mungkin jika ditanya, apakah yang paling perlu dilakukan umat manusia ? maka akan banyak orang menjawab kekayaan, iman, kekuasaan dll.

Namun pernah terbayang, bahwa belajar lebih penting dari itu semua. Hal ini dikarenakan seorang yang belajar dan tinggi ilmu akan dapat menguasai atau pun menghancurkan itu semua [harta, kekuasaan, iman, dll] sadarkah anda akan itu semua?

Ini beberapa hal yang menguatkannya ?

1. Ayat pertama yang diturunkan oleh Allah swt kepada Muhammad saw ialah ayat yang memerintahkan untuk belajar [QS 96 : 1]

2. Bible di mulai dengan Kitab kejadian yang merupakan Ilmu Pengetahuan yang mengajarkan manusia untuk mempelajari alam semesta

3. Di setiap masa seorang yang berilmu akan memiliki tempat dan pengaruh yang besar.

4. Kiamat akan di mulai dengan diangkatnya ilmu dari dunia.

5. Nabi saw memerintahkan untuk belajaulai dari kandungan hingga kubur

6. Seorang yang berilmu memiliki derajat yang lebih tinggi di hadapan Tuhan

dsb

Islam

Islam (Arab: al-islām, الإسلام)

Secara bahasa :

1. berasal dari tiga huruf arab salama yang berarti “damai”

2. Kata kerja dalam Bahasa Arab Aslama, yaitu bermaksud “untuk menerima, menyerah atau tunduk.”

3. Kata ‘Muslim’ (sebutan bagi pemeluk agama Islam) juga berhubungan dengan kata Islām, kata tersebut berarti “orang yang berserah diri kepada Allah”.

Secara etimologi

1. Agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah swt.

2. “penyerahan”, atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh)

Agama ini termasuk agama samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari langit) dan termasuk dalam golongan agama Ibrahim. Nama Islam diberikan langsung oleh Allah swt

Selain sebagai sebuah agama, Islam lebih merupakan sebuah jalan kehidupan. Hal ini ditegaskan berdasarkan dari banyak ayat dalam al Qur’an yang disebut dengan jalan yang lurus. Maka dari itu, sebagai sebuah jalan yang lurus yang akan mengantarkan pada kehendak Ilahi (Tuhan) maka Islam telah memberikan pedoman melalui al Qur’an dan Muhammad saw. Pedoman itu berupa :

1. Aqidah, dapat diartikan sebagai keimanan atau merupakan perjanjian / ikatan sang manusia kepada Allah swt sebagai Tuhan Semesta Alam (Rabbul ‘alamin) dengan mengesakanNya [Tauhid], menjalankan perintahNya dan Menjauhi laranganNya. Hal ini dicerminkan dalam Rukun Islam, Rukun Iman dan Ihsan

2. Akhlak, atau kepribadian. Merupakan kepribadian yang baik yang telah dicontohkan oleh Muhammad saw sebagai al Qur’an hidup [living Qur'an]. Bagaimana seorang beriskap terhadapa dirinya, keluarganya, masyarakat, dan makhluk ciptaan Tuhan.

3. Ibadah. Merupakan perwujudan dari pengejawantahan aqidah. Jika aqidah lebih ke hati, maka ibadah lebih kearah perbuatan atau tindakan bagaimana aqidah itu dilaksanakan. Maka seorang yang berkata beribadah dengan hati sebagai tingkat tertinggi ibadah, sesungguhnya telah menghianati ibadah yang telah dicontohkan oleh Muhammad sw sebagai utusanNya.

4. Manhaj atau metode hidup. Jika ibadah merupakan hubungan manusia dengan TuhanNya [Hablu minallah] maka Manhaj ialah hubungan manusia dengan masyarakat dan alam semesta [ tidak terbats makhluk hidup]. Jika Akhlak lebih ke arah pribadi seseorang maka Manhaj lebih ke arah pelaksanaan bermasyarakat. Manhaj Islam terdiri dari seluruh aspek kehidupan seperti : politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan & keamanan / militer, hukum / syariah, pendidikan. Memang, dalam sejarah agama manapun telah terbukti tiada manusia yang sesempurna Muhammad saw. Beliau sebagai seorang Nabi, Rasul, pemimpin agama, juga seorang politikus, ahli ekonomi, sosiolog, jendral perang, negarawan, hakim, guru, dll.

Demikian, terimakasih