Islam (Arab: al-islām, الإسلام)
Secara bahasa :
1. berasal dari tiga huruf arab salama yang berarti “damai”
2. Kata kerja dalam Bahasa Arab Aslama, yaitu bermaksud “untuk menerima, menyerah atau tunduk.”
3. Kata ‘Muslim’ (sebutan bagi pemeluk agama Islam) juga berhubungan dengan kata Islām, kata tersebut berarti “orang yang berserah diri kepada Allah”.
Secara etimologi
1. Agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah swt.
2. “penyerahan”, atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh)
Agama ini termasuk agama samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari langit) dan termasuk dalam golongan agama Ibrahim. Nama Islam diberikan langsung oleh Allah swt
Selain sebagai sebuah agama, Islam lebih merupakan sebuah jalan kehidupan. Hal ini ditegaskan berdasarkan dari banyak ayat dalam al Qur’an yang disebut dengan jalan yang lurus. Maka dari itu, sebagai sebuah jalan yang lurus yang akan mengantarkan pada kehendak Ilahi (Tuhan) maka Islam telah memberikan pedoman melalui al Qur’an dan Muhammad saw. Pedoman itu berupa :
1. Aqidah, dapat diartikan sebagai keimanan atau merupakan perjanjian / ikatan sang manusia kepada Allah swt sebagai Tuhan Semesta Alam (Rabbul ‘alamin) dengan mengesakanNya [Tauhid], menjalankan perintahNya dan Menjauhi laranganNya. Hal ini dicerminkan dalam Rukun Islam, Rukun Iman dan Ihsan
2. Akhlak, atau kepribadian. Merupakan kepribadian yang baik yang telah dicontohkan oleh Muhammad saw sebagai al Qur’an hidup [living Qur'an]. Bagaimana seorang beriskap terhadapa dirinya, keluarganya, masyarakat, dan makhluk ciptaan Tuhan.
3. Ibadah. Merupakan perwujudan dari pengejawantahan aqidah. Jika aqidah lebih ke hati, maka ibadah lebih kearah perbuatan atau tindakan bagaimana aqidah itu dilaksanakan. Maka seorang yang berkata beribadah dengan hati sebagai tingkat tertinggi ibadah, sesungguhnya telah menghianati ibadah yang telah dicontohkan oleh Muhammad sw sebagai utusanNya.
4. Manhaj atau metode hidup. Jika ibadah merupakan hubungan manusia dengan TuhanNya [Hablu minallah] maka Manhaj ialah hubungan manusia dengan masyarakat dan alam semesta [ tidak terbats makhluk hidup]. Jika Akhlak lebih ke arah pribadi seseorang maka Manhaj lebih ke arah pelaksanaan bermasyarakat. Manhaj Islam terdiri dari seluruh aspek kehidupan seperti : politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan & keamanan / militer, hukum / syariah, pendidikan. Memang, dalam sejarah agama manapun telah terbukti tiada manusia yang sesempurna Muhammad saw. Beliau sebagai seorang Nabi, Rasul, pemimpin agama, juga seorang politikus, ahli ekonomi, sosiolog, jendral perang, negarawan, hakim, guru, dll.
Demikian, terimakasih
irwan berkata,
Juli 23, 2008 pada 11:48 pm
Bagus sekali blognya.
Lengkapi terus agar membantu yang lain.
Oya, mampir juga di sini ya…
http://islampemula.blogspot.com