Dialog dalam diriku – sebuah pengakuan kesalahan pada hatiku

Pagi ini aku berkata pada diriku :

“Hai engkau, sang jasad yang telh berjalan bertahun – tahun.

Apakah yang egkau cari didunia ini,

bukankah engkau telah mendapatkan rezeki yang lebih dibanding banyak sejenis di sekitarmu ?”
Tetapi, kemudian tubuhku berkata :

” Wahai hati, tempat bermukim dan bersumbernya baik dan buruk.

Maaf kan diriku telah melalaikan dirimu.

Aku tahu, aku selama ini telah sibuk mencari hanya untuk ku.

Sedangkan aku lupa, tuk memberi makan dirimu.

Hai hati, maafkan aku, karena aku lupa,

semua penghisapan adalah dirimu yang menanggung.

Hai hati, tempat segala perbuatan diolah,

engkau lah yang telah membuat diriku selamat ataupun celaka.

Jadi tidaklah salah, bila engkau lapar aku pun akan celaka.

Wahai hati, maaf kan segala kealpaan ku!

Walaupun terkadang aku merujuk apada suatu kisah, bahwa engkaulah tempat lupa,

namun ternyata musuhmu sang serakah dan egoisme telah menjemuskan aku untuk melupakanmu !

Hatiku pun tercurah merasa malu :

” Hai jasad, maafkan pula diriku.

Yang terkadang lupa mengendalikan mu.

Aku tahu, engkau hanya melaksanakan segala perintah aku dan otak mu.

Sedangkan sang otak akulah yang memerintah.

Jadi akulah yang memerintah dirimu secara keseluruhan.

Hai jasad, maaf kan aku atas segala kesalahanku! “

Lalu teman – teman semua, hatiku dan jasadku kini berkata padamu semua yang membaca tulisan sang jasad.

Maafkan aku, atas segala khilafku. Ku ingin menyambut Ramadhan ini, dengan segala kebersihan.

Wasalam
AlexKib
Ref : Gabungan kata – kata yang mengganggu pikiran. Sebuah inspirasi dari tulisan semangat Yuni Syafitri [ http://unisyifa.blogdetik.com/ ]